Rabu, 10 September 2014

Melawan Diri

Selasa kemarin, tepat tanggal 09 September, saya dikejutkan dengan kabar yang sudah lama saya tunggu. Kontes Blog yang diadakan oleh Persaudaraan Profesional Muslim Aswaja (PPM ASWAJA) yang saya ikuti ternyata meloloskan tulisan saya kedalam tiga besar tulisan terbaik. Wah, sungguh belum pernah saya duga sebelumnya bahwa hal ini akan terjad! Meraih posisi yang baik di suatu kompetisi adalah sesuatu yang sangat langka dalam hidup saya sehingga kejadian ini menimbulkan kehebohan tersendiri bagi saya.
Saya lalu teringat bagaimana proses penulisan yang saya lalui. Semula saat PPM Aswaja mengadakan kompetisi Blog dengan tema "Muslim Anti Korupsi" akhir tahun lalu saya tergerak untuk ikut serta dalam kompetisi tersebut melihat tema dan kriteria penulisan yang, katakanlah, tidak begitu sulit. Sesegera mungkin saya merancang outline dan mencari bahan tulisannya. Namun suatu musibah besar tiba-tiba menimpa saya. Penyakit lama yang saya idap tiba-tiba muncul semakin parah dan menggerogoti banyak organ vital di tubuh saya. Penyakit lama yang selidik punya selidik berdasarkan riset ilmiah zaman purba diberi nama Malas itu akhirnya mengantarkan saya pada penyesalan tak berujung. Kala itu saya seperti membunuh diri saya sendiri dengan tanpa pertimbangan sedikitpun. Saya memejamkan mata, meninggalkan outline yang sudah saya buat dengan matang dengan teganya. Padahal kalau saya mau saya dapat menyelesaikannya jauh hari sebelum deadline dengan kesempatan saya dapat mengedit ini-itu dalam tulisan saya sehingga menjadi tulisan yang baik. Ya, saat itu saya dirundung penyesalan yang luar biasa mendalam. Berbagai macam kutukan saya umpat pada diri saya sendiri. Oh, betapa menyesalnya!
Tapi ternyata Tuhan tidak menghendaki saya larut dalam penyesalan itu. Kompetisi Blog diadakan lagi oleh panitia yang sama, yakni dengan tema yang baru, yaitu "Walisongo dan Teladan Sukses Berdakwah". Aha! Ini sungguh kabar baik buat saya! Saya jadi curiga, jangan-jangan ada pihak PPM Aswaja yang memata-matai penyesalan saya selama ini? :D Saya pun segera move on.
Berakit-rakit kehulu... Tepian malah terasa semakin jauh. Penyakit lama yang tak kunjung sembuh itu muncul kembali. Aduh! Bagaimana ini...?! Saya pun pasrah pada keadaan. Ah, deadlinenya sudah semakin dekat, untuk apa sibuk memikirkan hal ini? Bikin tak enak makan saja! Lagi-lagi saya campakkan kertas berisi rancangan tulisan yang sudah saya buat. Saya lalu menyibukkan diri dengan beragam kegiatan, fokus pada rangkaian kegiatan saya sehari-hari, yaitu masak, makan, dan tidur. Ya, sangat fokus malah!
Panas berganti hujan dan hujan pun berganti panas. Hingga tibalah waktu dimana saya harus menatap dalam kalender yang saat itu bulan Mei. Benar, deadline sudah terlewati begitu saja. "Enteng" rasanya. Beberapa waktu lagi bulan Ramadhan akan tiba. Wah... Sepertinya akan menjadi kesempatan baik untuk saya "mengasingkan diri" lagi seperti bulan Ramadhan tahun lalu. Yiha!!! Saya pun berbincang santai dengan ayah, mengutarakan maksud saya untuk kembali ke suatu tempat dimana saya pernah secara tidak sengaja menidurkan diri dan merasakan rindu pada kampung halaman dari jauh. Siah kah!^^ dan ternyata ayah menyetujuinya. Mendukung malah!
Namun, di sepotong siang yang terik di separuh akhir bulan Sya'ban, seekor semut datang pada saya dengan membawa sebuah berita baru yang lagi-lagi mengejutkan saya. Kompetisi Blog yang saya kira selesai ternyata belum! Pihak panitia menjelaskan bahwa waktu kompetisi diperpanjang karena jumlah peserta yang masih sangat sedikit. Wah... Wah.. Rupanya selain Cah Kang PPM Aswaja memata-matai penyesalan saya mereka juga mengasihani saya. Aduh... Saya terharu!
Lamat-lamat saya menimbang dua hal yang sama beratnya. Pertama, jika saya memutuskan untuk pergi "mengasingkan diri", maka saya harus menggagalkan Kompetisi Blog yang sudah berbaik hati menunggu saya. Kedua, sebaliknya, jika saya menggagalkan Kompetisi Blog ini, maka saya harus menggagalkan rencana saya untuk pergi "mengasingkan diri". Saya pun bingung. Setelah berpikir mendalam, akhirnya saya memutuskan untuk menggagalkan rencana saya untuk "mengasingkan diri" dan ikut dalam Kompetisi Blog tersebut. Ya, saya sangat kenal, bahwa Zyadah adalah tipikal orang yang sulit konsentrasi dalam dua hal yang bersamaan. Saya juga penasaran, seakut apa sih penyakit "Purba"  yang diidap Zyadah?
Kemudian, hari demi hari di Bulan Ramadhan saya mulai berbenah. Saya acarok (baca: berperang) dengan diri saya sendiri, mulai dari mengubah lagu-lagu galaunya Rhoma Irama di playlist Music Player dan menggantinya dengan lagu-lagu jingkrak yang ceria (kalau "Unconditionally"-nya Katy Perry jingkrak juga, yaa? :D) sampai mengubah posisi tidur yang semula kepala di utara menjadi kepala di selatan. Ini Perang Suci bagi saya. Hhh... Sebegitunya...
Dan inilah hasil akhirnya. Kompetisi Blog yang sudah saya ikuti, terlepas dari apa dan bagaimana kompensasinya, telah saya ketahui bahwa kegagalan besar yang seringkali saya alami adalah berasal dari penyakit Malas dari dalam diri saya; malas membaca diri sendiri dari luar.
Setelah ini, perang akan semakin memanas. Dan lihat saja, kelak, siapa yang akan menjadi pemenangnya? Saya dan Zyadah, atau...? Ya, semoga!

Selasa, 29 Juli 2014

Sabtu, 19 Juli 2014

Leter Bawang; Delicious!!!


Hari raya Idul Fitri sudah di depan hidung. Merayakan hari lebaran dengan seperangkat fashion kurang lengkap rasanya tanpa kue-kue kering untuk disuguhkan kepada sanak saudara yang datang berkunjung--silaturrahim--ke rumah. Nah, di bawah ini dia aku punya resep kue kering dengan taste Onion yang saaaaangat lezat...! Lets Try!

Bahan:
  • 2 1/2Kg Tepung Terigu Cakra Kembar
  • 500 Gr Blue Band
  • 1 lt Minyak Goreng Bimoli
  • 10 Butir Telur Ayam Kampung, buang putihnya 5.
  • 3 Butir Kuning Telur kocok lepas untuk olesan
  • 250 Gr Bawang Merah Goreng, tumbuk kasar
  • Keju Cheddar Parut
  • 2 Bks Royco Rasa Ayam
  • 150 Gr Gula Halus
  • 1 Sdt Garam
Cara Membuat:
  1. Campur Blue Band, gula halus, dan telur. Kocok sampai merata.
  2. Masukkan bawang goreng, Royco, dan garam, aduk rata.
  3. Tuang minyak goreng, sambil lalu masukkan tepung sedikit demi sedikit, aduk hingga adonan menjadi kalis.
  4. Ambil sebagian adonan, tipiskan dengan ketebalan sesuai selera, cetak, letakkan ke loyang, olesi kuning telur, dan taburi dengan keju parut.

  5. Oven dengan suhu 140'C sampai matang. Angkat. Sajikan.
Tips:
*agar kerenyahan kue tahan lama, masukkan ke toples dalam keadaan dingin.

SELAMAT MENCOBA! :)

Kamis, 17 Juli 2014

Epistemologi Dakwah

Iqra'. Bi-ismi Robbika al-Ladzi Khalaqa (QS. 96: 1)
Bacalah. Dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan

"Bacalah!"
Bacalah! Apa saja. Segala sesuatu yang dapat ditangkap oleh indera penglihat. Segala sesuatu yang dapat ditangkap oleh indera pendengar. Segala sesuatu yang dapat ditangkap oleh indera pencium. Segala sesuatu yang dapat ditangkap oleh indera peraba. Dan segala sesuatu yang dapat ditangkap oleh indera pengecap. Bacalah! Apa saja yang ada di sekelilingmu. Bacalah dengan teliti dan hati-hati. Bacalah dengan penuh mawas diri.
Bacalah! Setiap deru nafas, setiap detak jantung, setiap aliran darah, setiap gemuruh di dada, dan setiap inci hati dan otakmu! Bacalah, terik mentari yang menyengat, uap yang membubung ke awan, awan yang menggumpal, air yang tumpah ruah, tumbuhan yang menghijau, dedaunan yang mulai menguning, dedaunan yang mulai gugur; kembali ke tanah, air yang meluap marah, batu-batu es yang meleleh, pasir-pasir yang mengendap di lautan yang dihampar dengan luas, ikan-ikan dan tumbuhan di lautan, binatang-binatang yang beranak-pinak, burung-burung yang berkicau dan terbang riuh rendah, dan setiap partikel yang ada di gugusan tata surya. Bacalah! Bacalah! Bacalah! Lalu bergeraklah! Bergeraklah dengan fitrah!
Bacalah... Setiap jengkal di radius langkah. Seperti Muhammad, Nabi yang membaca bahasa kaumnya untuk kemudian mengarahkan mereka ke jalan yang haq. Bacalah terlebih dahulu; dirimu sendiri. Perbaiki. Bacalah sekelilingmu! Lalu gerakkanlah dengan fitrah...