Jumat, 25 Februari 2011

Pensil Patah



Tadi kuambil pensil,
Di kolong bangku tempat kami mengeruk tegukan air
Di tangan temanku,
Ia bergerak dahsyat
Pontang-panting digerak topan
Menelikung di perempatan zaman
Di tangan temanku
Ia melingkar, menari, menggilas bebatuan
Mencerabut kemunkaran meringsek kebatilan


Pensil itu patah,
Tiba-tiba ia lempar menjelma sampah
Kutanya mengapa…???
Padahal waqaf dan sabda telah ditulis
Hei, kau… jangan bengis…!!!
Agar ia tak mengiblis

Kemarilah, pensil patah…
Biar aku yang memanah…

(Maulid 2011 )

0 komentar: