19.22 -
Puisi
No comments
Puisi
No comments
Pensil Patah
Tadi kuambil pensil,
Di kolong bangku tempat kami mengeruk tegukan air
Di tangan temanku,
Ia bergerak dahsyat
Pontang-panting digerak topan
Menelikung di perempatan zaman
Di tangan temanku
Ia melingkar, menari, menggilas bebatuan
Mencerabut kemunkaran meringsek kebatilan
Pensil itu patah,
Tiba-tiba ia lempar menjelma sampah
Kutanya mengapa…???
Padahal waqaf dan sabda telah ditulis
Hei, kau… jangan bengis…!!!
Agar ia tak mengiblis
Kemarilah, pensil patah…
Biar aku yang memanah…
(Maulid 2011 )

0 komentar:
Posting Komentar